Wakil Gubernur Riau Resmikan Bagas Godang Mandailing Huta Haiti

Rambah (Rokanhulu.Com) - Wakil Gubernur  Riau (Wagubri) H. Edy Natar Nst S.Ip meresmikan Bagas Godang (rumah adat mandailing huta haiti) sekaligus pengukuhan penambalan gelar sultan mahmud ke 18 tokoh adat, desa Rambah Tegah Barat, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu(Rohul), Rabu (8/1/2020).
 
Di peresmian Bagas Godang dan pengukuhan tokoh adat, Wagubri bersama Bupati Rohul H. Sukiman dan rombongan disambut masyarakat RTB dan Sialang Jaya dengan penampilan silat yang diiringi musik Gondang Sambilan.
 
Edi Natar berterima kasih ke masyarakat yang sudah mengundangnya untuk meresmikan Bagas Godang (rumah adat mandailing huta haiti). Dirinya berharap, dengan adanya Bagas Godang bisa semakin mempererat silaturrahmi baik diantara marga-marga mandailing maupun dengan orang-orang yang ada disekitararnya. 
 
"Jadi Rumah Bagas Godang ini banyak fungsinya, selain tempat membicarakan persoalan-persoalan dan membangun silaturrahmi sekaligus tempat wisata sejarah, karena kita tahu disini ada makam Suri Andung Jati yang sebenarnya beliau ada sudah ada di Bumi Lancang Kuning ini sejak 1418-1450 sudah ada di Rohul," katanya
 
Tambah Wagub Edy, Ia berharap adat istiadat Mandailing Napituhuta ini tetap dilestarikan. Apalagi ini di Indodnesia ini yang penuh penuh dengan keberagaman dan kebhinekaan yang memiliki kekayaan dan potensi.
 
"Saya sebagai salah satu keturunan Marga Nasution, walau saya 37 tahun berada diluar, saya selalu tetap merasa bangga dengan keturunan saya, ini fakta yang ada itu orang tua kita ada sejak tahun 1400," jelasnya
 
Ketika ditanya terkait bentuk perhatian Pemprov, Edy mengatakan Bagas Godang ini termasuk bantauan dari Pemprov dan juga dari Kementerian. kedepannya akan selalu komit dan memperhatikan Kabupaten Rohul.
 
"Artinya kedepannya akan kita perhatikan,  akan kita lakukan upaya pembangunan dan akan kita komunikasikan dengan Pemkab," katanya
 
Wagub Edy yang diberi Gelar Sutan Gompar Parlindungan ini berharap seluruh masyarakat Rohul untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan adat dan budaya.
 
"Kita harapkan seluruh masyaraka Rohul mari bersama-sama kita jaga kelestarian ini, sebenarnya ada tiga makam raja godang, seperti di Kaiti, Batang samo, Sungai Garingging, jalan dan akses kesana sudah mulai dibuka," ujarnya
 
Edy berharap kedepannya Bagas Godang ini menjadi alternatif wisata sejarah. "kalau kita lihat Danau Toba diwisata alamnya, terus diujungnya ada wisata sejarah, karena dipulau Samosir itu ada makam Sidabbutar, disini juga ada makam Nasution, kita lihat potensi alamnya ada sungai garingging dan air terjun potensi ini bisa kita hidupkan kedepanya," harap Edy
 
Lanjut Edy, dari wisata sejarah ini kita padukan dengan wisata religi, karena Rohul memiliki Mesjid Islamic Center yang megah. Jika dipadukan ini menjadi potensi yang luar biasa.
 
Sementara itu, Bupati Rohul H. Sukiman 
berharap melalui tradisi adat mandailing Napitu Huta ini memberikan makna untuk terus mencintai, menjaga serta melestarikan sejarah dan nilai-nilai warisan budaya yang ada di Kabupaten Rohul.
 
"Kita bersyukur Bagas Godang yang tekah diresmikan pak Wagub, Bagas Godang Mandailing ini bisa bermanfaat sebagai tempat atau pusat berkumpul atau bermusyawarahnya masyarakat adat untuk menyelesaikan segala persoalan dan permasalahan yang ada. Hal ini berarti adat istiadat masih dipakai dan dijunjung tinggi dan berperan besar dalam masyarakat Mandailing Napitu Huta di Kaiti," katanya
 
Dengan demikian, tambah Sukiman, jika terjadi hal-hal lain di tengah-tengah masyarakat, nanti dapat diatasi oleh pemuka pemuka adat yang ada di tengah masyarakat Mandailing, hal ini akan membantu Pemkab Rohul dalam mengatasi persoalan dan permasalahan ditengah masyarakat. 
 
"Kami juga tetap memperhatikan masyarakat adat yang dibuktikan dengan pelatihan, pengembangan, memajukan seni dan budaya sampai kepada pembinaan kepada kelembagaan adat yang ada di masyarakat hal tersebut juga dilaksanakan oleh Pemprov terbukti dengan adanya pemberian anggaran untuk pembangunan rumah adat yang ada di Huta Haiti ini," terangnya
 
Bupati Sukimanbmerasa sangat bahagia atas selesainya pembangunan Bagas Godang dan telah diresmikan oleh Wagubri. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Riau atas dibangunnya rumah Adat Bagas Godang ini.
 
"Semoga keberadaan bangunan ini dapat bermanfaat dan kembali menjadi saksi atas pengembalian keputusan-keputusan penting bagi masyarakat adat Mandailing khususnya di Kecamatan Kaiti," 
 
"Kami berpesan kepada masyarakat agar merawat dan memelihara bangunan yang indah ini," katanya
 
Tambah Sukiman, masyarakat memberikan penabalan adat kepada Wagubri merupakan orang yang berjasa dan mempunyai hubungan dekat sekaligus garis keturunan dengan pemimpin terdahulu termasuk Bapak Edi Afrizal Natar Nasution sebagai wakil gubernur Riau yang diberi gelar "Sutan Gompar Parlindungan.
 
"Kami mendoakan agar pak Wagub selalu amanah dalam memimpin Riau negeri yang kaya akan adat istiadat ini sekaligus Kami yakin Bapak tetap akan ingat dan tidak akan melupakan Kabupaten Rokan Hulu Negeri Seribu suluk yang kita cintai ini," harapnya
 
Bupati Sukiman juga mengucapkan selamat kepada menambahkan pengurus kerapatan adat Huta Haiti yang telah dikukuhkan. "kami berharap lembaga kerapatan adat huta haiti ini untuk menjadi jembatan penghubung antara masyarakat adat dan pemerintah Pemerintah ke masyarakat,"
 
"Sehingga dapat memberikan sumbangsih dalam rangka mengatasi persoalan-persoalan yang dapat diselesaikan sepanjang adat di tengah-tengah masyarakat juga mampu memberikan sumbangsih untuk memajukan masyarakat adat serta menumbuhkembangkan dan melestarikan adat adat istiadat Mandailing di Rohul di masa sekarang dan masa yang akan datang," pungkasnya
 
Diakhir acara Wakil gubernur Riau bersama Bupati Rohul menandatangani prasasti peresmian Bagas Godang dan dilanjutkan makan bersama.
 
Ini Nama Penerima Penghargaan Gelar Pengormatan Adat
 
Wagubri H. Edy Natar mendapat gelar adat sebagai "Sutan Gompar Parlindungan", Untuk Bupati Sukiman sebelumnya sudah diberi gelar oleh kerapatan adat Luhak Rambah bergelar Panglima Pusako, Sekda Abdul Haris bergelar Naro Mudo, Jamaluddin Nst Raja Adat Huta Haiti bergelar Sutan Tuah, Almisahri Nst jabatan Tukot sebagai Wakil Maraja Kayo.
 
H Bahari Nst Wakil Mangarajo Kayo, Alimin Nst Wakil Mangarajo Junus, Bahtiar Nst Wakil Mangaraja bergelar Jabarayun, Adhar Nst bergelar Jagogar, Abdul Ayani Lbs sebagai Pucuk Suku Lubis bergelar Japangulu, Masjon Lbs Wakil Pucuk Suku Lubis bergelar Japaras.
 
Kemudian juga dilantik, Jamaluddon Lbs Wakil Pucuk Suku Lubis bergelar Baginda Mora , Ramlan Lubis Wakil Pucuk Suku Lbs bergelar Baginda Oloan, Syukri Lbs Wakil Pucuk Suku Lubis begelar Jalenang, H.Parlindungan Nst Pucuk Suku bergelar Maraja Huta Tinggi, Damri Nst Wakil Pucuk Suku Nst bergelar Maraja Muda, Zulfiker Wakil Pucuk Suku Nst bergelar Maraja Parhimpuanan.M.Yamin Nst Wakil Pucuk Suku begelar Panghulu Sombah.
 
Selain itu, diberi gelar adat ke 11 pucuk Suku Daulay lainnya.Termasuk Kadis PUPR Anton Hsbn bergelar Jabaringin, Kadis DPPKA Suharman Nst gelar Jasabung Barani, M.Munif gelar Maraja Enda, Kadishub Andiyanto bergelar Maraja Pandapotan.
 
Kemudian, H Sawil Nst bergelar Baginda Raja Alam, Faruhum Nst bergelar Maraja Aceh, H.Tarmizi Nst bergelar Sutan Namora Raja Goppar, H.Jasman Nst bergelar Sutan Komalo Gunung.
 
Juga diberikan gelar adat kehormatan, kepada Kapolres AKBP Dasmin Ginting bergelar Maraja Parlaungan, ketua PN Pasir Pangaraian Sunoto bergelar Mangaraja Adil, Kajari Rohul Daniel Sumajuntak Mangaraja Pangaduan.
 
Kades RTB Sofian Daulay bergelar Malin Mudo, kades Sialang Jaya Yuherman Daulay bergelar Malin Marendah, Kases Sukamaju bergelar Malin Jalelo. kades Rambah Tengah Hulu Addis Hasibuan bergelar Kali Rajo, Yanuar Kasuari Nst bergelar Maraja Lobi. (Adv/Pemkab Rokan Hulu)


Post Terkait