Terkait Dugaan Pencabulan Anak di Sukamaju, Keluarga Korban Desak Polisi Tangkap Pelaku Cabul

 
Tambusai (Rokanhulu.com) - Keluarga dugaaan korban pencabulan anak dibawah umur, warga di 4 Desa Suka Maju, Kecamatan Tambusai desak Polisi tangkap pelaku pencabulan.
 
Ditegaskan Wagiman (60), yang merupakan kakek korban, Kenanga (12) bersama ibunya Wana Efrida (30) Senin, (27/5/2019) mengaku, kasus yang menimpa korban sudah dilaporkan ke Unit Reskrim Polres Rohuk, sesuai laporan Polisi STPL/5/IV/2019/SPKT/Riau/Resor Rohul, tanggal 19 April lalu.
 
"Namun laporan kami sudah hampir sebulan, belum ada pengembangan kasusnya dan pelaku belum ditangkap," kata Wagiman, saat mendampingi korban dan ibunya, saat mengadu ke kantor Dinas Sosial Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Disos P3A) Rohul.
 
Dalam laporannya, keluarga korban pencabulan tidak menerima pelaku berinisial HS yang sudah memiliki istri serta anak, sudah menodai korban yang kini masih duduk di bangku kelas I SMP. mereka mendesaK, Polisi segera menangkap dan memproses sesuai  hukum yang berlaku di NKRI, terhadap UU Perlindungan anak.
 
"Kami meminta Polisi agar menangkap pelaku, meski kini sudah melarikan diri," harap Wagiman didampingi Niman (60).
 
Diakui Wagiman lagi, keluarga datang di Dinas Sosial P3A, untuk meminta perlindungan pemerintah atas kasus pencabulan yang dialami cucunya.
 
Awal pencabulan terjadi، kata Wagiman, setelah korban menceritakan apa yang sudah dialaminya yang dilakukan pelaku. Pelaku saat melakukan pelecehan ke Kenanga, juga melakukan pengancaman ke korban untuk tidak memberitahu kesiapapun. 
 
"Kelakuan pelaku, kami keluarga tidak terima sehingga kami sudah  melaporkan di Polres Rohul. kemudian hari ini kami melaporkan di Dinas Sosial P3A Rohul, memohon perlindungan anak," ucapnya, diterima Kasih P2TP2A Disos P3A Rohul Ade Hasibuan.
 
Di tempat terpisah, Kapolres Rohul AKBP M.Hasyim Risahondua SIK, M.Si yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Aslely Farida Turnip SIK mengatakan, kasusnya kini masih dalam proses, dan agar dipersilahkan langsung  konfirmasi ke penyidik.
 
Sementara Itu, dikatakan Kepala Kasi P2TP2A Disos P3A, Ade Hasibua,  setelah menerima pengaduan korban pihak dinasnya akan memberikan perlindungan sesuai aturan yang berlaku.
 
"Kita sudah menerima laporan, dan kita berikan perlindungan susuai topoksi P2TP2A Disos TP3 akan memfasilitasibpelayanan kesehatan, pelayanan psikologi, pelayanan bantuan hukum kordinasi dengan Kabid dan Kadis serta Dinas Sosial Provinsi Riau, memfasilitasi pelayanan bimbingan, rohani dan keagamaan, juga akan melakukan upaya rehabilitative ( Pemulihan)," ucapnya. (Rhc)


Post Terkait