Sidang Kepemilikan Sabu 2 Kg WNA Malaysia, JPU Nilai Terdakwa Berbelit-Belit dan Tidak Jujur Dalam Persidangan

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.Com) - Sidang Kasus Kepemilikan Narkoba Jenis Sabu Seberat 2 Kg Dengan Terdakwa Warga Negara Asing (WNA) Asal Malaysia Atas Nama Khairunnas Alias King Young Huat, Kamis (12/9/2019) kembali di lanjutkan.

 

Sidang dengan Pemeriksaan terdakwa ini, dipimpin Ketua Majelis Hakim Sunoto SH, MH juga Ketua PN Pasirpangaraian, dengan Hakim Anggota yaitu Budi Setyawan SH, dan Adil Matogu Franky Simarmata SH.

 

Pada sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Kepala Kejari Rokan Hulu Freddy Daniel Simandjuntak SH, M.Hum, dan Kasi Pidum Kejari Rokan Hulu Sri Mulyani Anom SH, secara bergantian mencecar terdakwa dengan pertanyaan, untuk membuktikan kepemilikan barang bukti 2 kg sabu yang didapatkan dari mobil tedakwa terdakwa saat di tangkap Satresnarkoba Polres Rohul.

 

Dalam Persidangan tersebut, terdakwa mengaku bahwa barang bukti sabu yang didapatkan dalam mobilnya tersebut, adalah barang milik temanya bernama Akwang, yang kini masuk dalam DPO Kepolisian.

 

Terdakwa mengaku, bahwa dirinya hanya disuruh mengantarkan barang haram tersebut, ke daerah Suram, Kecamatan tapung, Kabupaten Kampar dengan imbalan uang sebesar 50 juta rupiah dari akhwang.

 

Uang imbalan tersebut rencananya akan diserahkan, saat barang haram tersebut sudah sampai ke tujuan. Namun sebelum sampai, terdakwa sudah keburu ditangkap, Satresnarkoba Polres Rohul di jalan Raya Tandun.  

 

Terdakwa juga tidak mengakui bahwa 2 Paket Sabu seberat 2 Kg yang didapatkan Polisi dalam mobilnya adalah miliknya. Terdakwa mengaku, sepengatahuannya, saat Sabu itu di antar Anggota Akhwan di Mal SKA pekanbaru, dirinya hanya mengatahui barang tersebut berjumlah 1 paket seberat 1 kg, diletakan di Kollong kursi mobil bagian depan.

 

Menanggapi Sidang pemeriksaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Kepala Kejari Rokan Hulu Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum mengatakan, terdakawa berbelit belit dan tidak mengakui keseluruhan barang bukti yang di hadirkan dalam persidangan.

 

“keterangan terdakwa yang berbelit belit semakin memberikan keyakinan kepada JPU, bahwa terdakwa tidak jujur dan tidak terbuka dalam persidangan ini. kami punya keyaknan tersendiri dan kami yakin sekali bahwa seluruh barang bukti itu adalah milik terdakwa selurunya,” Ucap Kajari.

 

Kajari mengaku, keterangan yang disampaikan terdakwa akan disusun dan dibahas oleh tim P16A serta akan menjadi dasar dalam membuat bantahan sekalgis tuntutan terhadap terdakwa nantinya.

 

“kami akan membahas dalam tim, dan akan kami tuntut terdakwa sesuai dengan apa yang terdakwa lakukan. Apalagi, terdakwa ini ternyata juga pernah melakukan perbuatan yang sama serta sudah di vonis bersalah oleh pengadilan ini juga akan menjadi factor yang memberatkan terdakwa,“ terangnya.

 

Sementara Itu, Kuasa Hukum Terdakawa, Ramses Hutagaol, Mengatakan, dari pakta persidangan,  diakui terdakwa ia disuruh WNA Asal Malasyaia bernama Akhwang untuk membawa narkoba ke rohul.

 

Namun saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan di jalan raya Tandun, barang bukti tersebut hanya didapatkan 1 kg bukan 2 kg seperti yang di informasikan sebelumnya. 

 

setelah dibawa ke kantor kepolisian dan diperiksa selama 1 jam, barulah terdakwa di bawa kembali ke mobil dan didapatkan lagi barang bukti 1 Paket sabu seberat 1 kg lagi.

 

“dari pakta persidangan itu jelas narkoba yang di bawa oleh terdakwa itu tidak 2 kg tapi 1 kg” Ucap Ramses.

 

Dari Pakta Persidangan ini, tim kuasa hukum menilai pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 112 Ayat 2  Undang Undang RI No 35 Tahun 2009 yang ditetapkan JPU kepada terdakwa tidak tepat.

 

Pasalnya, dari pakta Persidangan jelas Terungkap, bahwa Terdakwa Hanya Merupakan Kurir Yang Disuruh Akhwang sebagai Pemilik Narkoba tersebut Dan Bukan Bertindak Sebagai Pemilik Barang Atau Pengedar.

 

“terdakwa itu hanya sebagai kurir dia hanya mengantarkan barang yang disiruh akhwang sebagai pemilik, dan terdakwa juga tak tahu kemana dan kepada siapa narkoba ini diserahkan” bebernya.

 

Sidang kasus kepemilikan Nakoba jenis sabu seberat 2 kg yang melibatkan WNA Asal Malaysia ini rencananya akan dilanjutkan kamis minggu depan, dengan meng agendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntu Umum (JPU). (Rhc)


Post Terkait