Sempat Buron 2 Bulan, Pelaku Cabul Adik Ipar Sendiri di Kepenuhan di Bekuk Polisi

Kepenuhan (Rokanhulu.com) - Entah apa yang ada di benak DG (33) warga Desa Kepenuhan Sei. Mandian, Kecamatam Kepenuhan, Kabupaten  Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sehingga Tega Mencabuli adik Iparnya Sendiri. Sempat menjadi buronan selama 2 bulan, Pelarian pelaku akhirnya berakhir setelah diringkus aparat Kepolisian Polsek Kepenuhan.

Kapolres Rohul AKBP M.Hasyim Risahondua SIK MSi melalui Paur Humas Ipda Feri Fadli  SH, mengatakan, pelaku pencabulan anak dibawah Umur, berhasil diringkus personel Polsek Kepenuhan, Sabtu (15/6/2019) Sekitar Sekira Pukul 11.30 wib.

" Pelaku sempat  dua Bulan melarikan diri, dan dari Hasil penyelidikan didapat informasi bahwa diduga pelaku  berada di Desa Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam. Kemudian, atas perintah Kapolsek Kepenuhan,  Unit Reskrim hari ini melakukan penangkapan terhadap pelaku di sebuah rumah yang berada dalam perkebunan sawit warga," kata Ipda Feri.

Lebih lanjut diterangkan Fery, Saat di tangkap, pelaku tidak mau membuka pintu rumah, kemudian setelah polisi melepas 2 tembakan ke udara, pelaku membuka pintu rumah yang dalam kondisi gelap tanpa penerangan.

Saat di interogasi,  pelaku mengakui  telah melakukan perbuatan cabul kepada adik iparnya Sendiri Sebut saja Bunga yang baru berusia 13 tahun. perbuatan aksi bejad tersebut, tak hanya dilakukan sekali tapi berulang kali.

Dikatakan Fery, aksi bejad yang dilakukan pelaku terjadi Pada tanggal 20 April 2019, di dalam Perkebunan Sawit SP 5 Desa Kepenuhan Sei. Mandian, Kecamatan Kepenuhan.

Aksi bejad pelaku terungkap, ketika Abang kandung korban menjemput korban di Rumah Kakak Korban yang juga istri pelaku. Korban diketahui sudah 3 tahun tinggal bersama mereka. Saat berada di rumah Abang korban di dusun bunga tanjung, Desa Rantau Benuang Sakti, korban jatuh sakit dan wajah terlihat pucat.

"Korban kemudian menceritakan kepada abangnya, sudah  disetubuhi pelaku didalam kebun kelapa sawit sewaktu korban menolong pelaku mengambil brondolan buah kelapa sawit," jelas Fery.

Korban mengaku, sering di setubuhi  pelaku. Korban juga mengaku, diancam jika menolak keinginan bejad pelaku dan mengancam memukul korban jika memberitahu aksi bejad pelaku kepada orang lain.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek kepenuhan untuk diproses lebih lanjut. Jika terbukti, Pelaku terancam  dijerat dengan undang-undang 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (Rhc)


Post Terkait