Satpol PP Rohul Tertibkan Pakter Tuak yang Resahkan Warga Kecamatan Rambah Samo.

PASIRPENGARAIAN-Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Makin gencar merazia tempat tempat maksiat seperti warung remang-remang dan Pakter Tuak di Rohu. Hal ini dilakukan menjamin Daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk ini  terbebas dari Praktek Maksiat yang menodai identitas Rohul Sebagai negeri yang religius. 

Menindaklanjuti Laporan Masyarakat Kecamatan Rambah samo yang resah terhadap aktivitas warung remang-remang dan Pakter Tuak Satpol PP rohul, Minggu hingga Senin Dini hari  (14-15/8/2019) telah melakukan penertiban Warung Remang di kecamatan tersebut.

Razia dipimpin langsung Kabid Ops Satpol PP Eko Karya Pramono bersama Camat Rambah Samo Adi Irawan S.stp, Penyidik PPNS, dan 35 Personel Satpol PP ini merazia sejumlah tempat yang di duga sebagai warung remang-remang dan pakter tuak.

Razia Satpol PP Rohul dilakukan di beberapa titik yang diduga sebagai tempat Warung Remang-remang dan Pakter Tuak seperti di KM 12 Desa Rambah Samo Barat, DU SKPA Blok E desa Rambah Utama dan Desa Langkitin.

 

Sempat terjadi perlawanan dari seorang Pemilik Pakter Tuak di KM 12 Rambah Samo Barat yang tak Rela tempatnya di Razia Satpol PP. Sang Peimilik juga Sempat terlibat adu Mulut dengan petugas namun petugas segera mengamankan pemilik berserta Minuman tuak dan suoun system untuk diproses hukum.

Dalam Razia ini, Satpol PP Rohul mengamankan 3 orang tamu dan 3 orang pemilik Pakter Tuak yang salah satunya diketahui produsen Tuak. Selain itu, Puluhan Liter Tuak juga turut diamankan Sebagai barang bukti persidangan.

Kabid Ops Satpol PP Rohul Eko Karya Pramono  Rabu (17/7/2019) mengatakan Ke enam orang Pemilik dan Tamu yang diamankan sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Pasirpengaraian. Mereka dijatuhi hukuman denda sebesar Rp.2,5 juta atau kurungan penjara selama 2 bulan kurungan, atas dakwaan Pelanggaran tindak Pidana Ringan Peraturan Daerah No 1 tentang penyakit masyarakat.

Sementara itu, Camat Rambah Samo Adi Irawan, mengapresiasi Respon Cepat Satpol PP terhadap Banyaknya keluhan masyarakat terhadap Aktivitas warung remang-remang di wilayahnya. Pasalnya, sudah banyak laporan dari ninik mamak dan pemangku adat di rambah samo yang resah terhadap aktivitas Pakter tuak tersebut.

dihimbau kepada Pengusaha Tuak tidak lagi membuka Usahanya. Masyarakat juga diminta untuk tidak lagi datang ke Tempat-tempat seperti ini karena hal itu bertentangan dengan norma-norma agama dan adat.

 


Post Terkait