Satpol PP Rohul Razia Warung Remang-Remang di Rambah Hilir, 10 Orang Yang Terjaring Nasibnya Ditentukan Putusan Pengadilan Negeri

Rambah Hilir (Rokanhulu.Com) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, terus gencar melakukan penertiban warung remang-remang yang menjadi tempat maksiat serta diduga kerap digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung.

Razia Warung remang-remang ini dilakukan menindaklanjuti banyaknya laporan masyaarakat yang resah terhadap aktivitas warung remang-remang yang kian menjamur di negeri seribu suluk.

Salah satu warung remang-remang yang ditertibkan adalah warung remang-remang yang berada di DK 2, Desa Persiapan Tambah Jaya, Kecamatan Rambah Hilir, yang ditertibkan Satpol PP Rohul pada Kamis (11/7/2019) sore hingga malam.

Dalam Razia tersebut, Satpol PP mengamankan 6 orang lelaki hidung belang, 4 wanita penghibur serta puluhan botol minuman keras serta seprangkat sound system.

Kabid Ops Satpol PP Rohul Eko Karya Pramono SP menerangkan, Warung remang remang yang ditertibkan ini sudah banyak dilaporkan masyarakat, karena aktivitasnya dinilai sangat meresahkan.

Diakuinya, Warung remang-remang yang ditertibkan satpol ini memang sudah menjadi target, karena selalu lolos saat satpol PP datang merazia lokasi tersebut.

“Sudah beberapa kali jadi target tapi selalu tutup, mereka sepertinya mempelajari operasi kita, ketika kita operasi mereka tutup, nah sore ini kita dapat info mereka buka sore dan tutup mahrib dan kami berasama tim langung bergerak untuk menertibkan," kata Eko Karya Pramono.

Meski Satpol PP Rohul gencar melakukan penertiban, Ironisnya, keberadaan warung remang-remang di Rokan Hulu semakin menjamur. Para pemiliki Warung Ramang-remang seolah tak jera, meski berulang kali Satpol PP merazia tempat mereka.

Hal ini juga diamini Sekretaris Satpol PP Rohul Anisbar. Menurutnya, pihaknya tidak akan pernah bosan dan terus melakukan penertiban untuk mempersempit aktivitas warung remang-remang ini. Bahkan diakuinya, untuk memberi Efek jera bagi masyarakat yang terjaring razia, satpol PP langsung memroses 1 Kali 24 jam dan mengajukanya ke Pengadilan untuk dijatuhi hukuman.

“Tidak ada ampun bagi masayrakat yang terjaring, mereka yang terjaring diproses Dugaan pelanggaran Perda dan Tindak Pidana Ringan, kami punya Penyidik PPNS yang dalam 1 kali 24 jam Mem BAP warga yang terjaring dan langsung mengajukan ke Pengadilan untuk dijatuhi hukuman.” Cakap Mantan Kabag Kesra Setda Rohul itu.

Anisbar menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berkunjung ke tempat maksiat yang tidak sesuai dengan  norma adat dan agama di Rokan Hulu. Selain itu dia berharap, masyarakat dapat membarikan infromasi cepat terhadap aktivitas warung remang remang ini sehingga Satpol PP Rohul dapat memberi tindakan tegas kepada pegusaha warung remang-remang yang tetap membuka usahanya. (Ar/Rhc)


Post Terkait