Polres Rohul Tangani 25 Perkara Cabul, Modus Operandi Pelaku Sebagai Dukun hingga Perampokan

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.Com) - Terhitung Januari hingga Agustus 2019, Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul), sedikitnya tangani sebanyak 25 perkara pencabulan terhadap anak, yang pelakunya rata-rata  merupakan orang terdekat korban.
 
Dari 25 perkara pencabulan yang menjerat 25 tersangka ini, 20 berkas perkara diantaranya sudah dinyatakan lengkap atau (P21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rohul.
 
Tingginya angka pencabulan ini terungkap dari Ekspose yang dilaksanakan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Rohul di Mapolres Rohul di Mapolres Rohul,  Selasa (3/9/2019).
 
Pada ekapose itu, Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK, M. Si mengatakan, hingga Agustus 2019, Polres Rohul sudah tangani sebanyak 25 perkara pencabulan terhadap anak dibawah umur.
 
Dimana, sebut Kapolres M. Hasyim, dari 25 perkara ini, rata-rata antara pelaku dan korban mempunyai hubungan kekeluargaan, atau merupakan orang terdekat korban.
 
"Pelaku ini ada yang merupakan paman korban, ayah tiri korban bahkan ada juga yang merupakan pacar korban,"kata Kapolres AKBP M. Hasyim didampingi Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Farida Aslely Turnip, SIK.
 
Diakui Kapolres AKBP M. Hasyim, dari 25 perkara ini, ada beberapa modus operandi pelaku dalam melancarkan aksinya, dimulai dengan mengiming-imingi uang jajan, perampokan disertai pemerkosaan, bahkan ada pelaku yang mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang.
 
Selain bisa menggandakan uang, pelaku yang diketahui berinisial Das (46) yang merupakan warga Kecamatan Rambah Hilir ini mengaku bisa mengambil uang gaib dengan syarat diantaranya korban harus diajari ilmu kebatinan dan diakhiri dengan berhubungan badan.
 
"Yang paling menarik adalah modus operandi yang dilakukan oleh salah seorang pelaku berinisial Das, dimana, pelaku mengaku akan memberikan ilmu pengasihan, yang pada akhirnya mencabuli korban,"kata Kapolres M. Hasyim.
 
Kapolres AKBP M. Hasyim juga menerangkan, dalam perkara pencabulan yang dilakukan Das yang mengaku sebagai dukun ini, bukan hanya mencabuli korban berinisial SN yang masih berusia 9 tahun. Bahkan, pelaku sebelumnya juga menggauli ibu korban yang diketahui berinisial SDS (29).
 
Kapolres juga menerangkan awal kejadian yang menimpa ibu dan anak itu, berawal berkenalan pada Juli 2019 lalu, ibu korban mengaku dagangannya kurang laris dan meminta bantuan kepada pelaku Das yang mengaku bisa memberikan solusi bahkan menggandakan uang dengan ritual kebatinan.
 
Perkenalan beranjak hingga dilaksanakannya ritual yang dimaksud,  yakni ibu dan anak harus diberikan atau dimasukkan ilmu dengan cara digauli oleh pelaku Das, agar bisa menarik uang gaib yang dimaksud.
 
Terungkap perkara pencabulan ini sekitar Agustus 2019, saat itu korban SN buang air kecil dan merasakan sakit di kemaluan korban. Hal itu diketahui oleh ibu korban dan melaporkan kejadian itu ke Kepolisian.
 
"Dari pengakuan korban, si ibu sudah digauli pelaku sebangak 4 kali, dan anak sudah digauli pelaku sebanyak 2 kali,"ungkap Kapolres.
 
Masih tingginya angka pencabulan anak dibawah umur ini menjadi perhatian oleh pihak Kepolisian. Untuk itu, Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim berjanji akan menjerat pelaku sesuai dengan atauran Undang-Undang yang berlaku dan tidak ada toleransi bagi pelaku cabul ini.
 
"Para pelaku ini rata-rata kita jerat dengan pasal UU No 22 Tahun 2002 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara," terangnya.
 
Pada kesempatan itu, terkait masih banyaknya angka pencabukan terjadi, Kapolres juga menghimbau kepada tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan agar jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan adanya unsur-unsur tipu daya sehingga terjadinya pencabulan.
 
"Sekecil apa dugaan itu, kami himbau agar hal itu dilaporkan ke Kepolisian terdekat," pintanya. (Rhc)


Post Terkait