Pasutri Penjual Ganja Di Rohul Di Ringkus Polisi

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.Com) - Kepolisian Resort Rokan Hulu, Povinsi Riau, berhasil meringkus jaringan Pengendar Narkoba Golongan 1 Jenis ganja. Menariknya, kedua tersangka pengedar narkoba ini, merupakan pasangan Suami-Istri (Pasutri).

Dua Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Rohul tersebut, masing-masing berinisial F (Istri) dan S (Suami).  Tidak hanya itu, tersangka S ternyata adalah Residivis kasus pembunuhan di wilayah hukum Rokan Hulu.

 

Kapolres Rohul AKBP Hasym Risahondua dalam keterangan pers nya, senin (26/8/2019) menjelaskan, terendusnya praktek jual beli barang haram ini, setelah polisi mendapatkan informasi tentang adanya transaksi narkoba di Jalan pelita  rt 1, rw 5, desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, yang sudah meresahkan masyarakat.

 

“Kemudian Polisi bergerak cepat, dengan memancing S untuk bertransaksi membeli narkoba. Namun tersangka S kemudian mengarahkan polisi yang menyamar, melakukan transaksi dengan istrinya, f. saat transaksi terjadi, polisi langsung mengamankan F sementara S melarikan diri.

 

Setelah berhasil mengamankan F, Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mengejar S. setelah melakukan pengejaran selama 3 hari, S akhirnya berhasil di tangkap di Wilayah Duri Kabupaten Bengkalis.

 

Dari Keterangan Tersangka S, Lanjut Kapolres, barang Haram tersebut dibeli dari Pengedar Asal Medan Sumatera Utara. awalnya barang haram tersebut dibeli Seberat 2 KG dengan harga Rp.1,8 juta/ Perkilogram. Namun, sebagian besar barang haram tersebut sudah berhasil di jual kedua tersangka.

 

“daun ganja yang berhasil di amankan dari tangan F istri tersangka S,  sejumlah 16 paket ganja siap edar, sementara dari tangan s diamankan ganja kering seberat 300 gram dan beberapa puluh paket ganja yang sudah di kemas dan siap edar”terang kapolres.  

 

Himpitan ekonomi menjadi alasan utama mengapa pasangan Suami Istri ini nekat menjadi Penjual narkoba. Menurut kedua tersangka, Dari hasil penjualan ganja tersebut mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga 1 juta Rupiah perharinya.

 

“kami hanya jual ganja, sabu tidak ada, kami sudah lakukan ini kurang lebih sudah satu tahun ini, karena keuntunganya rumayan.” Cakap tersangka.

 

Selain harus mendekam dalam sel tahanan, kedua tersangka juga harus berpisah dari kedua anaknya yang masih butuh kasih sayang orang tuanya. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 junto pasal 111 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun penjara.(Rhc)


Post Terkait