Meteran Listrik Baru terpasang Diputus Kembali oleh PLN, Warga RTH Ini Kecewa dan Minta Solusi kepada PLN

Rambah (Rokanhulu.Com) – Salah seorang warga Rambah Tengah Hilir (RTH), Kecamatan Rambah, Kabupaten Rohul, Heriyono mengaku kaget dengan petugas PLN Rayon Pasir Pengaraian. Pasalnya, Meteran Listrik yang baru terpasang dirumahnya tiba-tiba diputus oleh PLN tanpa memberikan alasan yang jelas.

Diakui Heriyono, dimana sebelumnya meteran listrik sudah terpasang dan tersambung dirumahnya namun hal tersebut dikejutkan dengan beberapa hari setelah terpasang kemudian diputuskan oleh PLN tanpa memberikan penjelasan dan alasan kepadanya.

“Saya ingin tahu apa alasan mereka (PLN) memutuskan listrik saya dan kita minta seperti apa solusi dan kebijakan PLN. Saya dengar info terakhir ini meteran dan duit saya mau dipulangkan, nama saya mau dicoret, kemungkinan kita nggak tahu ya tapi kalau ujung-ujungnya seperti itu otomatis saya tidak akan bisa untuk mendaftar PLN lagi,” kata Heriyono

Pria yang akrab disapa Kang Yon mengatakan, jika alasan dari PLN jarak kabel yang jauh dari penyambungan itu bukan suatu persoalan, karena berapa pun biaya yang diminta oleh PLN untuk membangun tiang listrik, dirinya siap bersama warga untuk menambah tiang.

“Jika solusinya diharuskan memakai tiang, kami siap membeli tiang, karena saat ini listrik sangat dibutuhkan. Namun hingga saat ini pihak PLN Rohul belum memberikan solusi seperti apa langkah agar PLN kembali bisa tersambung kerumah saya, anehnya lagi biaya meteran yang sudah dilunasi akan dikembalikan pihak PLN,” katanya

Terkait permasalahan tersebut, Ia mengaku sudah beberapa kali mendatangi kantor PLN namun tidak satupun petugas atau pegawai PLN yang memberikan solusi, jika dibandingkan dengan masyarakat lain yang lebih jauh dari tiang penyambungan tidak ada permasalahan. Untuk itu, Ia meminta PLN Rohul segera memberikan solusi dalam waktu dekat.

“Jika punya saya lebih kurang 200 meter ini tidak bisa, kenapa orang lain bisa, bahkan saya lihat tempat-tempat lain bisa bahkan ada yang 600 meter bahkan ada yang 7 KM, saya dah lihat sendiri buktinya ada semua dokumen, saya harapkan ke PLN buat adillah seluruh arga, saya harapkan PLN mencari solusi untuk masyarakat jangan mempersulit begni,” terangnya

“Harapan saya PLN bisa memberikan solusi, ini bukan untu kepentingan pribadi saya saja, tetapi juga untuk masyarakat yang akan membangun disini, jika solusinya pakai tiang kami siap dan sudah kami hitung anggarannya sekitar 7 jutaan, karena listrik ini kan sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Menejer PLN Pasir Pengaraian Syarifuddin saat dikonfirmasi Rokanhulu.Com via telepon selulernya, Rabu (8/1/2020) mengaku sudah mengetahui persoalan tersebut. Karena tali listrik terlalu panjang dari rumah pelanggam, Ia mengusulkan untuk dibangun tiang listrik.

“Saya sudah tau itu, itu memang memang talinya panjang dan nyangkut dimana-mana. Solusinya kita usulkan untuk dibangun tiang, kalau sedang diusulkan tidak serta merta ada, tetap kita usulkan, cuman sambil menunggu pengusulannya tidak kita biarkan talinya nyangkut kemana-mana, untuk sementara kita tarik dulu Kwh Meternya,” terang Syarifuddin

Ia mengatakan seharusnya petugas PLN tidak melakukan pemasangan sembarangan, maka petugasnya dikasih langsung surat teguran, hal itu dilakukannya karena pihaknya mulai merapikan jaringan listrik di Rohul.

“Petugas yang pasang itu langsung kita kasih surat teguran, karena yang seperti itu kan jaringan kita di kabupaten Rokan Hulu ini mau kita rapikan, kalau seperti yang dulu-dulunya pakai tiang kayu, kalau sekarang kita tidak memakai tiang kayu lagi, tapi tiang beton, kita perbaiki yang lama,jangan sampai ada muncul yang baru, jadi kami harap pelanggan bersabar, saat ini dalam pengusulan,” pintanya. (Hen/Rhc)


Post Terkait