Masih Eksis Selama 20 Tahun Terakhir, Masyarakat Muara Dilam Antusias ikuti Tradisi Pengarakan dan Santuni Anak Yatim

Muara Dilam (Rokanhulu.Com) – Bak kata pepatah “Tak Lapuk kena Hujan, Tak Lekang oleh Panas, patut disematkan untuk Masyarakat Muara Dilam. Pasalnya, Budaya dan Tradisi yang telah dilaksanakan secara turun menurun selama 20 tahun terakhir,

 Masih dijaga baik dan eksis dilaksanakan oleh masyarakat Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) seperti melaksanakan Pengarakan dan Santunan Yatim setiap lebaran kedua Idul Fitri, yang dipusatkan di Masjid Raya Muara Dilam.

Prosesi pelaksanaan Tradisi ini diawali dengan pengarakan anak yatim. Pantauan dilapangan, Senin (25/5/2020) pagi tampak ribuan masyarakat Muara Dilam mulai memadati disepanjang jalan mengikuti dan mengiringi arak-arakan dalam penyantunan anak yatim. Langkah kaki dan Lafadz Takbir berkumandang menambah semaraknya dalam kegiatan yang memuliakan anak yatim di “Negeri Teluk Sakti Rantau Bertuah” itu.

Dalam Prosesi tradisi Pengarakan Anak Yatim itu, dihadiri Kepala Desa Muara Dilam Zulfikar SHi, Ketua BPD Amros, Datuk Bendaharo Jasri, Penceramah Ustad Berlian Siregar S.Ag, Perangkat Desa Muara Dilam, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Ketua Panitia Pelaksana Muharman, Pengurus PKK Desa Muara Dilam dan masyarakat Desa Muara Dilam.

Disela kegiatan tradisi Pengarakan dan Santunan Anak Yatim itu, Kepala Desa Muara Dilam Zulfikar SHi kepada Rokanhulu.Com, Senin (25/5/2020) mengatakan tradisi dan budaya pengarakan dan penyantunan anak yatim lebih kurang 20 tahun terakhir masih tetap eksis dilaksanakan.

“Tradisi Pengarakan dan Penyantunan anak yatim ini selama 20 tahun terakhir masih dipertahankan masyarakat Muara Dilam. Kegiatan ini biasa dilaksanakan di hari kedua Syawal menyantuni Anak Yatim,” kata Zulfikar

Dijelaskan Zulfikar, prosesi pengarakan anak yatim ini dimulai dari Mushalla Al-Falah menuju Mesjid Raya Muara Dilam. “Antusias masyarakat cukup tinggi dalam melaksanakan kegiatan tahunan di bulan Syawalan lebaran kedua Idul Fitri ini, Alhamdulillah kita bersama masyarakat menyantuni 30 orang anak yatim,” kata Zulfikar

Zulfikar  menilai tradisi Syawalan dilebaran kedua Idul Fitri dengan pengarakan dan penyantunan anak yatim ini merupakan salah satu momen tradisi dilingkungannya yang memiliki makna sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Untuk itu, pihaknya akan terus menjaga tradisi tersebut untuk membantu dan memperhatikan anak yatim dilingkungannya.

“Dengan santunan yang kami berikan kepada anak yatim ini kami berharap dapat membantu dan meringankan beban kebutuhan anak Yatim. Selain membantu anak yatim ini secara ekonomi, disaat anak-anak lain merayakan idul fitri bersama ayah dan keluarganya, melalui kegiatan pengarakan dan penyantunan ini kita juga menghibur anak yatim ini," pungkasnya.

Usai menyerahkan santunan kepada anak Yatim, kegiatan itu juga diisi dengan Tausiyah Agama oleh Ustad Berlian Siregar S.Ag dan diakhiri dengan makan bersama. (Hen/Rhc)

 


Post Terkait