Inovatif, PKM UPP Manfaatkan Tanah Merah Menjadi Sumber Energi Listrik di Desa Muara Dilam

Kunto Darussalam (Rokanhulu.Com) - Kondisi geografis Indonesia yang luas dan jumlah masyarakat yang tersebar di pelosok Indonesia menyebabkan PT. PLN sebagai penyuplai energi tidak dapat memenuhi semua kebutuhan listrik masyarakat. Dengan kata lain, tingginya permintaan akan energi listrik tidak sebanding dengan kemampuan PT. PLN menyediakan listrik.

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di dunia, maka kebutuhan manusia akan keberadaan energi listrik juga semakin bertambah. Jika kebutuhan manusia akan listrik tidak dapat terpenuhi, tidak menutup kemungkinan seluruh kegiatan manusia akan terganggu.

Salah satu solusi inovatif untuk mengatasi hal itu, Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Pasir Pengaraian (PKM UPP) bekerjasama dengan Kemenristek Dikti mengadakan kegiatan pengolahan tanah merah menjadi energi listrik di Desa Mura Dilam, Kecamatan Kunto Darusalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

PAsalnya, Desa Muara Dilam mempunyai sumber daya tanah liat merah yang cukup melimpah. Namun, pemanfaatan tanah merah masih sebatas untuk proses pembuatan genteng dan batu bata, belum dimanfaatkan untuk free energy.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan adanya pengembangan produk pemanfaatan tanah merah. Pemanfaatan tanah merah sebagai energi listrik merupakan salah satu solusi untuk menerangi jalan di desa tersebut.

Energi Tanah Merah (ETAM) adalah sumber energi yang berasal dari tanah liat dan materi tanahnya pun tidak sulit untuk didapatkan. Tanah merah merupakan tanah penghasil energi listrik terbaik karena memiliki senyawa sulfat atau SO4.

Energi listrik yang dapat dihasilkan berkisar 0,8 hingga 1,1 Volt. Untuk elektrodanya bentuk terbaik yakni silinder pejal, untuk anodanya menggunakan lempeng tembaga dan katodanya terbuat dari lempeng seng.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dibekali materi mengenai ETAM sehingga bisa memanfaatkan tanah merah sebagai energi alternatif yang mampu menghasilkan energi listrik dan mampu merangkai menjadi lampu sebagai penerang jalan.

Selain itu, perawatan lampu agar tegangan tetap stabil yaitu dengan mengecek komponen-komponen dari sel volta berupa penggantian plat seng dan plat tembaga yang telah mengalami korosi dan menginjeksi cairan garam ke dalam sel volta jika sudah mulai kering.

Kepala Desa Muara Dilam Zulfikar, SHi saat ditemui di kediamannya, Selasa (20/08/2019) mengatakan bahwa dengan adanya program ini sangat membantu dalam mengatasi penerangan jalan di Desa nya, mengingat sulitnya untuk mendapatkan bantuan lampu dari pemerintah daerah dan kurangnya pencahayaan pada malam hari.

Zulfikar berharap agar ETAM ini bisa dimanfaatkan dalam skala besar. Penentuan dan pemasangan lampu pada titik-titik tertentu.  Dirinya juga mengapresiasi Inovasi dalam hal energi listrik oleh PKM UPP.

Sementara itu, Ketua Tim PKM UPP Ika Daruwati, S.Pd, M.Sc. mengatakan  berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Desa Dilam bahwa lampu dari Energi Tanah Merah (ETAM) nantinya akan dipasang pada tempat yang masih minim pencahayaan dan sering dilalui serta dikunjungi masyarakat Desa seperti masjid, persimpangan jalan, pos kamling, dan jalan desa.

Dengan adanya lampu sebagai penerangan jalan di Desa ini diharapkan dapat mengurangi resiko tindakan kriminal dan kecelakaan.

"Dengan adanya program kemitraan masyarakat ini diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dan mengembangkan listrik yang berasal dari tanah merah. Harapan lainnya yaitu bisa mengurangi tingginya biaya pembayaran listrik yang berbanding terbalik dengan kapasitas rumah dan penghasilan masyarakat setiap bulannya," pungkasnya. (Hen/Rhc)


Post Terkait