Ibu di Kepenuhan Jaya Histeris, Temukan Putranya Gantung Diri di Kamar

Kepenuhan Hulu (Rokanhulu.com) - Warga di RT 24 RW 07 TSM, Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sempat geger dengan adanya peristiwa gantung diri. Korban gantung diri itu adalah seorang pemuda bernama Dwi Dedi Saputra.
 
Pemuda kelahiran tahun 1994, atau berusia 25 tahun itu ditemukan tak bernyawa, tergantung dengan kain panjang di Kamar rumahnya di di RT 24 RW 07 TSM, Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rohul.
 
Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK, M. Si melalui Paur Humas Ipda Feri Fadli, SH menerangkan, korban Dwi pertama kali ditemukan tak bernyawa di rumahnya oleh Ibunya Ratna Wanti (48).
 
Ipda Feri menerangakan penemuan korban gantung diri itu terjadi pada Sabtu (20/4) sekitar pukul 18.30 WIB sore. Saat itu, karena memasuki waktu sholat magrib, ibu korba Ratna hendak membangunkan anaknya (Dwi) yang kala itu sedang tertidur di kamarnya.
 
"Ibu korban sempat memanggil berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari sang anak. Bahkan ibunya menganggap anaknya sedang tertidur pulas. Akhirnya, ibu korban membuka sendiri kamar anaknya,"kata Ipda Feri, Ahad (21/4).
 
Kemudian, lanjut Ipda Feri, betapa kagetnya ibu korban ketika membukan pintu kamar, dia melihat anak laki-lakinya itu dalam posisi tergantung dengan kain panjang yang diikatkan di plafon kamarnya.
 
"Ibu korban histeris dan memanggil warga sekitar. Seketika itu juga, warga berdatangan ke rumah korban,"ucap Ipda Feri.
 
Lalu, di tengah kerumunan warga yang menyaksikan kejadian gantung diri itu, paman korban Edi Junaidi (37) bersama warga sekitar segera menurunkan korban dari ikatan yang menjeret leher korban.
 
"Kemudian, setelah dilaporkan ke Polsek Kepenuhan, anggota Polsek pun langsung turun ke TKP, untuk melakukan evakuasi ke rumah sakit terdekat guna dilakukan Visum,"sebut Ipda Feri.
 
Berdasarkan hasil visum, dokter mengatakan bahwa korban murni gantung diri. Hal ini dibuktikan keluarnya cairan dari kemaluan korban, kondisi terjulurnya lidah, serta adanya bekas lilitan di leher korban.
 
"Atas permintaan keluarga, korban tidak likaukan otopsi dan keluarga menerima dengan iklas atas musibah itu,"tutup Ipda Feri, sejauh ini pihak keluarga menerangkan, terhadap korban tidak ada masalah apapun.
 
"Berdasarkan pengakuan keluarga korban, bahwa korban tidak ada masalah, bahkan semasa hidupnya menjalankan kehidupan yang normal,"tutupnya. (Rhc)


Post Terkait