Hanya Ada 2 Wakil Perempuan di DPRD Rohul, Kaderisasi Perempuan di Parpol Dinilai Tak Berjalan

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.Com) - Anggota DPRD Rohul terpilih Priode 2019-2024, Senin (2/9/2019) resmi di lantik. Ironisnya, jumlah keterwakilan perempuan di DPRD Rohul pada priode ini jauh menurun dibandingkan priode sebelumnya. Lemahnya kaderisasi politik yang dilakukan parpol disebut-sebut menjadi penyebab, sedikitnya caleg perempuan yang lolos ke DPRD.

Dibandingkan priode sebelumnya, pada Periode ini hanya ada 2 Srikandi yang berhasil lolos ke Parlemen. Mereka adalah, Hj. Sumiartini dari PDI-Perjuangan dan Hasmeri Yulinawati dari Partai Golkar.

Menariknya, kedua Srikandi tersebut berasal dari Daerah Pemilihan yang sama yaitu di Dapil 1. Sementara 3 Dapil lainya tak ada satupun Caleg Perempuan yang lolos ke Parlemen.

Berbading terbalik dengan 5 tahun silam, dimana ada 6 Perempuan yang lolos menjadi Anggota DPRD Rohul. Mereka adalah Hj. Sumiartini Dari PDI-P, Nurzahara, Ermiyanti dan Wahyuni Dari Demokrat. Kemudian Yulikah dan Kasmawati dari Golkar. Dari ke enam nama tersebut, hanya Hj. Sumiartini yang berhasil bertahan di DPRD.

Minimnya Caleg Perempuan yang lolos menjadi anggota DPRD Rohul priode 2019-2024 ini tentu saja menjadi pertanyaan banyak kalangan. Padahal, dalam Undang-Undang pemilu menjamin keterwakilan 30 persen perempuan bagi Parpol Peserta Pemilu.

Tidak Optimalnya  Kaderisasi Politik yang dilakukan Parpol, Disebut-Sebut sebagai penyebab sedikitnya caleg perempuan yang lolos ke DPRD Rohul. Bahkan ada dugaan, partai hanya “ main comot” Caleg Perempuan untuk mengisi kuota agar bisa mengajukan caleg ke KPU.

Dugaan itu, tak ditampik Ketua DPC Demokrat Rohul Kelmi Amri. Bahkan dalam keteranganya, Kelmi menyebutkan sangat sulit mendapatkan calon perempuan untuk memenuhi kuota 30 persen.

"Bukan tidak dikaderkan tapi memang banyak yang tidak mau, banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Makanya setiap akan menghadapi pemilu kita sangat susah mencari Caleg Perempuan," kata Kelmi

Ketua KPU Rohul Elfendri turut Menyayangkan minimnya Caleg Permpuan yang lolos ke DPRD Rohul. Padahal Secara Komposisi,  Pemilih perempuan jauh lebih banyak dibandingkan Pria. namun ternyatan factor kesamaan gender tak menjamin tingkat keterpilihan bagi caleg perempuan.

“Memang dalam undang-undang No 7 itu setiap partai wajib memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen caleg perempuan. Namun itu hanya jaminan untuk pencalonan. Sementara penentuan keterpelihanya banyak dinamika dan ditentukan sendiri oleh pemilih. “ Kata Elfendri.

Elfendri menghimbau, Partai politik kedepan mulai memperhatikan dalam kaderisasi politik bagi kaum prempuan, serta tidak hanya sekedar memenuhi 30 persen kouta calon perempuan agar bisa ikut kompetisi Pemilu. Dengan adanya kaderisasi terhdap perempuan diharapkan komposisi gender di DPRD akan lebih proposional.

Salah satu anggota DPRD Rohul perempuan yang lolos ke DPRD Rohul adalah Hasmeri Yulinawati, anggota DPRD Rohul dari partai golkar. Sebagai tokoh perempuan Rohul, ia juga sangat menyesalkan minimnya jumlah perempuan yang lolos di Parlemen.

“Saya berharap, kedepan Kaum perempuan Rohul dapat melek dan mewarnai dunia perpolitikan Rohul. Sebab, Perempuan juga punya porsi yang sama dengan Pria, dan di era kesetaraan gender saat ini tidak ada yang tak mungkin semua punya Hak untuk duduk di jabatan politik termasuk DPRD atau Eksekutif,” Pungkasnya. (Ar/Rhc)


Post Terkait