Gelar Operasi Pekat di Rambah Hilir dan Tambusai, 7 Pelayan Kafe Digelandang ke Kantor Satpol PP Rohul

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Satpol PP dan Damkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali gelar operasi penyait masyarakat (Pekat) di Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Tambusai, Selasa malam (12/3/2019) hingga Rabu (13/3/2019) dinihari.

Dalam operasi dipimpin Kasat Pol PP Rohul Andi Yanto diwakili Kepala Bidang Operasional dan Pengamanan Satpol PP dan Damkar Rohul, Eko K Pranomo SP, melibatkan 30 personel, menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan tempat maksiat.

 

Operasi bertujuan menjaga situasi Kamtibmas menjelang Pemilu 2019 termasuk bulan puasa Ramadhan, Satpol PP Rohul kali ini mengamankan 7 wanita yang diduga berprofesi sebagai pelayan warung remang-remang atau biasa disebut kafe.

 

Operasi pertama dimulai di warung tuak atau warung maksiat di Simpang D Desa Persiapan Tambah Jaya Kecamatan Rambah Hilir, Sabtu sekitar pukul 22.00 Wib. Dari warung milik wanita biasa dipanggil Meme, Satpol PP Rohul mengamankan 7 wanita malam yang diduga sebagai pelayan kafe.

 

Selanjutnya, pada operasi tempat maksiat di Simpang Balok Kecamatan Tambusai, Satpol PP Rohul turut mengamankan 2 wanita malam darikafe milik Arman.

 

"Operasi ini dilakukan terkait laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan tempat-tempat maksiat di daerahnya," kata Kabid Operasional dan Pengamanan Satpol PP dan Damkar Rohul, Eko K Pranomo.

 

Eko mengakui ke 5 wanita diamankan di kafe di Simpang D ada warga Rohul dan luar daerah. Satpol PP juga memanggil masing-masing pemilik warung maksiat untuk datang ke kantornya.

 

Ketujuh wanita yang diamankan, ucap Eko, akan dikenakan tindak pidana ringan atau Tipiring. Sedangkan bagi pelaku yang pernah diamankan, dan tertangkap lagi, diakuinya tentu hukuman akan lebih berat lagi.

 

Eko juga mengatakan, Satpol PP Rohul akan berkoordinasi dengan Polres Rohul untuk menggelar operasi-operasi rutin ke tempat maksiat, khususnya menjelang Pemilu 2019 dan bulan suci Ramadhan.

 

Eko juga mengakui, Satpol PP Rohul ‎ punya SOP sendiri untuk operasi. Jadwal operasi sengaja dibuat secara acak, apalagi operasi sering bocor, dimana ketika operasi tiba-tiba saja tempat maksiat sudah ditutup oleh pemiliknya. (Hen/Rhc)


Post Terkait