Diduga Melakukan Pemerasan dan Pengancaman, Tiga Warga Rambah Hilir Timur Dibekuk Polisi

Rambah Hilir (Rokanhulu.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hulu (Rohul) berhasil membeku tiga pria dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan kasus tindak pidana Pemerasan dan Pengancaman, terhadap H. M. Nasir H (61), pada Jumat (8/2/2019) Sekira Pukul 15.30 Wib di Rumah Makan Mitra KM 6 Kec. Rambah Kab. Rokan Hulu.

Ketiga Pelaku tersebut yang berinisial Af (45 tahun), RS (48 Tahun) dan ANH (50 Tahun) yang merupakan warga Desa Rambah Hilir Timur, Kec. Rambah Hilir, Kab. Rohul. Dari penangkapan itu, Polisi berhasil menyita Barang Bukti berupa Uang Tunai Rp. 10.000.000 (sepuluh Juta Rupiah) dan 1 (satu) Lembar Surat Pernyataan yang Ditanda Tangani oleh Ketiga pelaku.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK M.Si melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Feri Fadli, Sabtu (9/3/2019) menjelaskan kronologis kasus dugaan Pemerasan dan Pengancaman tersebut, kejadian itu berawal pada hari Rabu (8/3/2019) sekira pukul 15.00 wib, PS. Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Rohul Ipda Ulik Iwanto mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Rumah makan Mitra KM 6 telah terjadi dugaan tindak pidana pemerasan dan ancaman.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, Ps. Kanit Pidum Satreskrim Polres Rokan Hulu melaporkan tindak pidana tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu dan memerintahkan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut,” terangnya

Lanjutnya, sesampainya di rumah makan Mitra, personil Reskrim Polres  Rokan Hulu melihat H. M. NASIR. H sedang membaca selembar Kertas yang bertuliskan Surat pernyataan yang isinya ketiga pelaku menyatakan tidak akan menganggu dan mengancam pelapor akan menyebarkan LHP temuan inspektorat kepada warga desa tempat korban menjabat dan ditanda tangani oleh ketiga pelaku. 

“Jadi pada saat korban duduk bersama dengan pelaku Af, RS dan ANH didalam RM Mitra tersebut, selanjutnya setelah diinterogasi terhadap ketiga pelaku bahwa benar telah terjadi pemerasan dan ancaman kepada H. M. NASIR yang menjadi korban pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh ketiga pelaku tersebut,” jelasnya

Dikatakan Ipda Fadli, selanjutnya korban menyampaikan kepada penyidik bahwa ketiga pelaku telah meminta sejumlah uang sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) dan jika korban tidak memberikan uang tersebut maka pelaku akan menyebarkan LHP keuangan tersebut ke masyarakat Desa Rambah Hilir Timur, atas ancaman tersebut maka korban menyetujuinya namun yang disanggupi hanya Rp 10.000.000.

“Selanjutnya penyidik mengamankan uang sebesar Rp. 10.000.000 dari saku kiri celana pelaku dan atas kejadian tersebut ketiga pelaku serta barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Rohul untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (Hen/Rhc)


Post Terkait