Cegah Stunting, Ketua TP PKK Rohul Dorong Penguatan Posyandu Dengan Pemberdayaan Masyarakat

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.Com) – Bupati Rokan Hulu H. Sukiman buka Kegiatan Orientasi Penguatan Posyandu Dengan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Tingkat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang digelar di Hall Islamic Center Rohul, Jum’at (30/8/2019).

Dalam kegiatan itu tampak juga dihadiri Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati Sukiman, Perwakilan Diskes Rohul, Camat Se Rohul, Kepala Desa, Puskesmas se Rohul dan Peserta Orientasi

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati Sukiman mengatakan upaya Pemkab untuk menanggulangi stunting khususnya upaya pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

“Apa yang dilakukan oleh para kader Posyandu akan sangat efektif dalam menurunkan Angka terjadinya stunting pada balita kesehatan dan pelayanan kesehatan serta petugas kesehatan, untuk itu kami mengharapkan upaya dan usaha kita bersama untuk terus meningkatkan kinerja terutama di daerah-daerah kejadian stunting di Kabupaten Rohul,” harap Hj Peni

Hj Peni menambahkan untuk menurunkan dan penanggulangan Stunting di Rohul dapat dilaksanakan secara berkesinambungan melalui pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kepada peserta orientasi agar mengikuti kegiatan ini, dengan harapan penguatan Posyandu ini semoga dapat mewujudkan anak-anak Rohul menjadi anak yang cerdas, tangguh dan siap untuk berkompetisi.

Sementara itu, Bupati Rohul H. Sukiman menyambut baik digelarnya Orientasi Penguatan Posyandu Dengan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Tingkat Kabupaten Rokan Hulu tahun 2019.

Bupati Sukiman mengatakan, penyebab terjadinya Stunting itu disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi diri sendiri dan kesakitan pada bayi, karena kurangnya asupan gizi pada kondisi ini mengakibatkan anak akan mengalami keterlambatan di dalam perkembangannya dan beresiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif.

Tambah Sukiman, Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang atau Stunting ini melalui peningkatan kesehatan mulai dari remaja selaku cikal bakal keluarga.

“Selain itu juga kita harus perhatian terhadap kesehatan ibu hamil yang akan melahirkan bayi-bayi dan peralihan yang akan tumbuh menjadi generasi penerus, masalah itu sendiri Bukan semata gangguan pertumbuhan fisik bertubuh pendek dan melainkan juga mengganggu perkembangan otaknya, yang tentunya akan mempengaruhi kemampuan dan prestasi anak itu sendiri,” katanya

Mantan Dandim Inhil ini menjelaskan ada tiga hal yang perlu diperhatikan di dalam pencegahan Stunting adalah perbaikan sanitasi dan akses air bersih, untuk mencapai itu semua diharapkan perhatian dan kerjasama lintas sektor dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya penurunan angka Stunting tersebut.

Lanjutnya, Posyandu sebagai Garda terdepan dalam pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat sesuai dengan tujuan dibentuknya Posyandu yakni untuk percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) atau angka kematian bayi (AKB) melalui pemberdayaan masyarakat.

“Maka peran Posyandu di dalam penanggulangan stunting saat ini sangatlah penting khususnya adalah untuk mencegah sampai pada masa bayi, melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, yang dilakukan 1 bulan sekali melalui pengisian KMS balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin,” harapnya. (Hen/Rhc)


Post Terkait